Program Makan Bergizi Gratis sebagai Instrumen Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia Anak Sekolah

Program makan bergizi gratis bagi anak sekolah merupakan kebijakan publik yang memiliki 
relevansi strategis dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia. Kebijakan ini tidak 
hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan dasar anak, tetapi juga beririsan langsung dengan 
isu kesehatan masyarakat, pemerataan pendidikan, dan pembangunan jangka panjang. 

Dalam konteks Indonesia yang masih menghadapi permasalahan gizi dan stunting, program ini perlu 
dipandang sebagai intervensi struktural yang berbasis bukti ilmiah.

Secara fisiologis, anak usia sekolah berada pada fase pertumbuhan dan perkembangan kognitif 
yang pesat. Proses belajar yang optimal sangat dipengaruhi oleh kecukupan energi dan zat gizi 
harian.

Organisasi Kesehatan Dunia menegaskan bahwa asupan gizi yang tidak memadai pada usia 
sekolah berdampak langsung terhadap fungsi kognitif, konsentrasi, serta kapasitas belajar anak 
(WHO, 2020).

Oleh karena itu, kondisi lapar atau kekurangan gizi tidak dapat dipisahkan dari rendahnya kualitas pembelajaran. Dalam ilmu gizi, konsep Gizi Seimbang menekankan pentingnya pemenuhan zat gizi makro dan mikro sesuai dengan kebutuhan individu. 

Anak usia sekolah membutuhkan karbohidrat sebagai sumber energi utama, protein untuk pertumbuhan dan pemeliharaan jaringan tubuh, serta lemak yang berperan dalam perkembangan sistem saraf. Selain itu, mikronutrien seperti zat besi, yodium, zinc, dan vitamin B memiliki peran krusial dalam perkembangan kognitif dan daya tahan tubuh 
(Kementerian Kesehatan RI, 2022). 

Kekurangan zat gizi tersebut telah terbukti berkorelasi dengan gangguan konsentrasi, kelelahan kronis, dan penurunan prestasi akademik (Almatsier, 2019). Dari perspektif kedokteran anak, status gizi yang kurang juga berkonsekuensi pada meningkatnya kerentanan terhadap penyakit infeksi. 

Ikatan Dokter Anak Indonesia menyatakan bahwa anak dengan asupan gizi yang tidak kuat cenderung memiliki sistem imun yang lemah, sehingga Lebih sering mengalami sakit dan ketidakhadiran di sekolah (IDAI, 2021). Kondisi ini pada akhirnya menghambat kontinuitas proses belajar dan memperlemah capaian pendidikan. 

Dalam kerangka pembangunan nasional, program makan bergizi gratis dapat dipahami sebagai 
bentuk investasi sumber daya manusia. UNICEF menekankan bahwa intervensi gizi pada anak usia sekolah berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kemampuan belajar, produktivitas, dan kualitas hidup pada tahap kehidupan selanjutnya (UNICEF, 2021). 

Dengan demikian, alokasi anggaran untuk program ini tidak seharusnya dipandang sebagai beban fiskal jangka pendek, melainkan sebagai investasi sosial dengan manfaat jangka panjang. Selain dampak langsung pada anak, program makan bergizi gratis juga memiliki potensi efek turunan pada sektor ekonomi lokal. Pelibatan petani, nelayan, dan pelaku usaha pangan lokal dalam rantai pasok dapat memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong perekonomian daerah. 

Pendekatan ini sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan yang mengintegrasikan
aspek kesehatan, ekonomi, dan sosial (Kementerian Kesehatan RI, 2022). Meskipun demikian, efektivitas program sangat bergantung pada tata kelola dan mekanisme pengawasan. Standar kualitas makanan, ketepatan sasaran, serta transparansi anggaran merupakan aspek krusial yang harus dijaga.

Tanpa pengelolaan berbasis data dan evaluasi berkala, tujuan peningkatan status gizi anak berisiko tidak tercapai secara optimal.

Secara keseluruhan, program makan bergizi gratis merupakan kebijakan yang memiliki dasar
ilmiah kuat dan relevansi tinggi dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan anak
sekolah.

Keberhasilan program ini menuntut perencanaan berbasis kebutuhan gizi, pelaksanaan yang adaptif terhadap konteks lokal, serta pengawasan yang akuntabel. 

Dengan pendekatan tersebut, program makan bergizi gratis dapat menjadi instrumen efektif dalam membangun generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing

Oleh: HayuW HW

Belum ada Komentar untuk "Program Makan Bergizi Gratis sebagai Instrumen Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia Anak Sekolah"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel