PILKADES 2027: DEWASA DALAM DEMOKRASI, BIJAK DALAM PERBEDAAN, UTUH DALAM PERSATUAN
Jumat, 18 September 2026
Tambah Komentar
Desa Teko, Lombok Timur — Menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) 2027, masyarakat Desa Teko diharapkan dapat menjadikan momentum demokrasi bukan sekadar ruang untuk menentukan pemimpin, melainkan juga kesempatan memperkuat kedewasaan sosial dan menjaga persaudaraan di tengah perbedaan pilihan.
Dalam perspektif Robert A. Dahl, demokrasi tidak hanya berkaitan dengan hak memilih, tetapi juga menyangkut partisipasi efektif serta kesempatan yang setara bagi masyarakat untuk terlibat dalam proses pengambilan keputusan. Karena itu, partisipasi warga dalam Pilkades idealnya dibangun melalui pertimbangan yang rasional, keterbukaan terhadap gagasan, serta penghormatan terhadap pilihan sesama.
Pandangan Miriam Budiardjo juga menempatkan partisipasi masyarakat sebagai bagian penting dalam kehidupan politik. Partisipasi tersebut dapat diwujudkan melalui keterlibatan warga dalam menentukan pemimpin maupun memengaruhi arah kebijakan pemerintahan. Dalam konteks Desa Teko, semangat tersebut dapat diterjemahkan melalui keterlibatan masyarakat yang aktif sekaligus tetap menjaga etika dalam berkompetisi.
Pilkades juga memiliki dimensi yang lebih luas karena berkaitan dengan tata kelola pemerintahan desa. Kerangka regulasi desa mencakup penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, pembinaan kemasyarakatan, pemberdayaan masyarakat, hingga pengaturan mengenai pemilihan kepala desa. Dengan demikian, kontestasi kepemimpinan hendaknya tidak berhenti pada persoalan siapa yang memperoleh suara terbanyak, tetapi berlanjut pada bagaimana masyarakat tetap hidup berdampingan setelah seluruh tahapan politik selesai.
Perbedaan pilihan merupakan konsekuensi dari kehidupan demokratis. Yang perlu dijaga adalah agar kompetisi tidak berubah menjadi permusuhan, perbedaan pendapat tidak berkembang menjadi konflik personal, dan dukungan terhadap calon tertentu tidak menghilangkan penghormatan kepada warga lainnya.
Karena itu, masyarakat Desa Teko perlu menyambut Pilkades 2027 dengan kepala dingin, pikiran terbuka, serta tanggung jawab bersama. Pilihan boleh berbeda, gagasan dapat diperdebatkan, tetapi hubungan kekeluargaan dan persatuan desa tetap menjadi kepentingan bersama.
Sebagaimana prinsip demokrasi desa yang menempatkan musyawarah sebagai bagian penting dalam penetapan kebijakan pemerintahan desa, kehidupan politik di tingkat lokal juga membutuhkan ruang dialog dan penghormatan terhadap perbedaan.
Pilkades boleh menjadi arena kompetisi, tetapi Desa Teko tetap harus menjadi rumah bersama.
Mardianto Isnain Arif, S.AP
Kepala Bidang ORKES
Karang Taruna Desa Teko
Belum ada Komentar untuk "PILKADES 2027: DEWASA DALAM DEMOKRASI, BIJAK DALAM PERBEDAAN, UTUH DALAM PERSATUAN"
Posting Komentar